REMAJA CITA-CITA DAN CINTA
Cita-cita dan Cinta, adalah dua hal penting dalam hidup ini. Manusia tak akan pernah bisa terlepas dari keduanya. Ketika seorang manusia beranjak remaja, maka ia akan mulai memikirkan kedua hal ini.Kebanyakan remaja, pasti akan lebih mementingkan masalah cinta nya. Tanpa menganggap seberapa penting cita-cita. Dan hal itu pastinya akan mempengaruhi kehidupannya. Sekolah terutama, PR akan terbengkalai, pikiran menjadi tidak konsen,pekerjaan rumah sudah ditinggalkan, nasehat orangtua sudah tidak didengar lagi dan dampak-dampak negatif lain nya. Dan orang yang sudah terjangkit virus cinta hanya akan memikirkan masalah pasangannya saja. Bahkan banyak hal yang sebenarnya lebih penting malah ia abaikan. Ya Cita-cita ini salah satunya.
Ketika menginjak bangku SMA,
seseorang sudah seharusnya memikirkan masa depannya. Mau ngelanjutin kuliah
dimana, ngambil jurusan apa, maupun memikirkan mau kerja apa. Ya jikalau
waktunya sudah habis buat cinta, mau gimana dong ?? Kasihaaannn…
Sampai
saat ini saya pribadi belum mau mengenal yang namanya pacaran meskipun terlalu
banyak teman yang membuli saya, mau mereka bilang gak normal, gak punya rasa
cinta. Ya bagi saya itu tidak terlalu menjadi masalah buat saya, mungkin hanya
saja mereka yang belum mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari pacaran
tersebut. karna saya mengetahui seberapa besar dampak negative nya sehingga
banyak contoh fakta yang ada disekitar kita saat ini, terlalu banyak generasi
muda bangsa yang terjerus kedalam pergaulan bebas. Seperti seks bebas, hamil
diluar nikah, dan lainnya, tidak lain hal tersebut ialah dampak dari pacaran
dan cinta, alangkah sedihnya perasaan ini ketika melihat teman-teman yang telah
terjerumus kedalam pengaruh-pengaruh negative tersebut dimana anak dibawah umur
telah mengalami nikah dini, yang seharusnya mereka mendapatkan pendidikan yang
lebih buat mereka, namun mereka harus menanggung akibat dari pacaran dan cinta
monyet tersebut. Terkadang hal tersebut juga terpengaruh dari lingkungan
sekitar dimana pada diri mereka kurangnya tertanam jiwa nasionalisme, Akhlakul
karimah, dan kedekatan hati kepada Allah SWT. Dimana rasa keimanan seorang
remaja sudah menurun sehingga mudah tergoda oleh syaitan. Hal tersebut juga
menjadi salah satu pemicu dalam pengontrolan diri, apabila seseorang remaja
sudah tidak bisa mengontrol diri maka sulitlah baginya untuk mengimbangi sisi
positif dan negative. Sehingga banyak remaja yang terjerumus kedalam dunia
percintaan yang benar-benar tidak menguntungkan bagi kita layaknya sebagai
seorang pelajar. Sebagai seorang pelajar kita dituntut untuk menjadi generasi
penerus bangsa, tidak lain hal itu ialah untuk menggapai cita cita kita. apabila kita telah menggapai cita-cita
kita maka kita telah berperan sebagai pemuda penerus generasi bangsa.
Kata
cinta juga tidak harus dihilangkan dalam menggapai masa depan akan tetapi
maknanya saja yang kita rubah menjadi cinta akan cita-cita, dimana pada saat
kita mencintai cita-cita maka kita jadikan cita-cita tersebut menjadi tujuan
utama dan impian dalam hidup kita. Saya mempunyai sebuah cita- cita yang sangat
saya impikan dalam hidup saya yakni ingin membahagiakan kedua orangtua saya
dengan pergi haji bersama dengannya. Itu adalah sebuah impian terbesar saya
yang insyaAllah bisa tercapai
dengan memakai rumus DUIT (
Do’a, usaha, ikhtiar, dan tawakkal.) dengan keyakinan maka Allah SWT akan
mendengar doa hambanya sebab Allah maha mengetahui segalanya.
Ada sebuah kisah yang membuat
saya menjadi terinspirasi untuk pantang menyerah dalam menggapai cita-cita,
memang terlalu banyak rintangan dan masalah yang datang secara bertubi-tubi. Namun ingatlah bahwa Allah SWT tidak
akan memberi cobaan kepada hambanya melebihi batas kemampuan hambanya, karena
Allah Maha mengetahui batas kemampuan hambanya.
Didalam alkisah
tersebut ada tiga orang pemuda yang belum pernah bertemu, Orang pertama
mendapatkan sebuah peta dari seorang kakek tua pada saat ia sedang duduk di
suatu tempat, sang kakek datang menghampiri seorang pemuda tersebut.
Kakek tua : Hai anak muda sedang apakah engkau
disini? Anak muda :
Aku hanya sedang beristirahat saja, sebab sudah sangat jauh perjalananku namun aku belum menemukan
arah tujuan yang sebenarnya. Kakek tua : Apakah yang engkau cari? Anak muda : Aku ingin mencari sesuatu yang
berharga dalam hidupku, yang bisa merubah kehidupan ini. kakek tua : maukah engkau sesuatu yang berharga
dalam hidupmu? Anak muda : Oh iya tentu!... apakah itu kakek? Kakek
tua :
saya mempunyai sebuah peta, namun saya belum mengetahui apa isinya konon
katanya peta ini sangat berharga, dan juga bisa merubah kehidupan. Anak mud: benarkah kakek ? Kakek tua : iya ambilah peta ini dan jagalah,
cari tahu apa isinya, semoga peta ini bermanfaat
bagimu. Anak muda :terima kasih banyak kakek.Kakek tua :iya sama-sama semoga engkau menemukan
hal yang berharga dalam hidupmu.
( orang pertama )
Tidak berapa lama kemudian ia membuka peta tersebut dan ternyata isi sebuah
peta itu adalah sebuah petunjuk harta karun yang banyak yang berada didasar
lautan, akhirnya ia dengan semangat mengikuti petunjuk peta tersebut. Namun
dengan perjalanan yang panjang ia mulai ragu akan petunjuk tersebut dan ia
berkata didalam hati bahwa itu hanya Cuma-Cuma saja, ia pun membuang sebuah
botol yang berisikan peta tersebut.
( orang kedua) Tidak
lama kemudian ada seorang pemuda yang sedang berjalan tanpa arah tujuan ia
melangkah demi langkah tanpa disadari ini menendang sebuah botol, ia panasaran
akan botol tersebut namun ia ambil dan dilihatnya ada selembar peta, dalam hati
ia bertanya-tanya peta apakah ini? setelah
ia lihat dan memahami peta tersebut ternyata itu adalah sebuah peta yang
berisikan petunjuk harta karun yang berada didasar laut. Ketika melihat
petunjuk dalam peta yang mengharuskannya untuk pergi sejauh 30 meter dari
pinggir pantai, ia menyewa sebuah perahu dan pergi ke tempat itu. Akan tetapi
ketika melihat petunjuk bahwa ia harus menyelam ke dasar laut, ia menyerah dan
pergi lalu ia pun membuang peta itu.
Peta harta karun itu
pun akhirnya diambil oleh orang ke tiga Ketika membaca petunjuk pada peta, ia
segera menyewa perahu sekaligus dengan peralatan menyelam. Dengan semangat yang
membara jarak 30 meter dari pinggir pantai berhasil ia lewati. Ia pun menyelam
ke dasar laut menggunakan peralatan menyelam yang telah ia sewa sebelumnya.
Sebuah peristiwa menarik terjadi dan tanpa disangka ia menemukan peti berisi
emas dan berbagai perhiasan berharga lainnya yang memiliki nilai sangat tinggi.
Ia merasa sangat gembira dengan kerja kerasnya membuahkan hasil yang tidak
sia-sia.
Dari cerita diatas
mengutip banyak pesan buat kita seorang remaja sekaligus pemuda generasi
penerus bangsa bahwa sesungguhnya kesempatan hanya sekali. Dengan demikian maka
gunakanlah kesempatan itu sebaik-baik mungkin. Dimana pada alkisah ini
dijelaskan bahwa kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk menggapai
cita-cita. Karena pada kisah orang pertama ia belum menyiapkan diri namun ia
telah mendapatkan kesempatan, begitupula pada orang kedua, ia telah
mempersiapkan diri namun hanya saja belum mempunyai kepercayaan diri yang kuat
dan mendapatkan kesempatan, berbeda pada orang ketiga ia telah mempersiapkan
diri secara matang dan mendapatkan sebuah kesempatan, hal itulah yang membuat
dirinya berhasil. Berbeda dengan orang pertama dan orang kedua tersebut. Maka
persiapkanlah diri secara matang apabila kesempatan telah berpihak kepada kita,
kita mampu untuk menghadapinya dan membuahkan hasil yang maksimal.
Kisah ini mengajarkan
kita untuk selalu berusaha walau dalam kondisi apapun, jangan pantang menyerah.
Sebab kita akan mengetahui baik buruknya,berhasil atu tidaknya itu didasarkan
oleh suatu percobaan. Maka ketika kita telah diberi kesempatan berusahalah
untuk menjadi yang terbaik, meskipun kita tidak mengetahui apa yang akan
terjadi kedepannya, setidaknya kita telah mempunyai keyakinan dan usaha yang
maksimal. Pesan saya buat pembaca jangan terlalu sering menjadi orang ketiga,
namun jadilah orang yang terbaik yang telah mempersiapkan dirinya sejak awal
secara matang.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar